New Normal sebagai Solusi dari Permasalahan Ekonomi akibat Pandemi Covid-19

 

New Normal Solusi Permasalahan Ekonomi saat Pandemi
 

Pandemi Covid-19 melanda dunia, dan Indonesia termasuk didalamnya. Indonesia berjuang melawan Covid-19 dengan  memodifikasi  kebijakan  karantina  wilayah  (lockdown)  menjadi pembatasan  sosial  berskala besar  (PSBB)  yang  bersifat  lokal  sesuai  tingkat  keparahan di wilayah provinsi, kabupaten, atau kota. Selama masa pandemi ini, perekonomian dunia dan Indonesia  mengalami  pelambatan. Pemerintah dan lembaga kajian strategis  memprediksi Indonesia tumbuh rendah  atau  bahkan  negatif di tahun 2020. Untuk itu, Pemerintah berupaya mengagendakan kebijakan Normal Baru agar  dampak  ekonomi  akibat pandemi tidak sampai menimbulkan krisis yang berkepanjangan.

Berbagai laporan dari lembaga studi yang menganalisis dampak Covid-19 menyatakan bahwa akan terjadi pelambatan ekonomi dunia ditahun 2020 ini,tidak terkecuali Indonesia. United  Nations  Conference  on  Trade  and  Development  (UNCTAD,  2020) menyebutkan bahwa Covid-19 memukul negara-negara berkembang pada saat mereka sedang berjuang dengan beban utang yang tidak berkelanjutan selama bertahun-tahun. Pada akhir 2018 total stok utang negara-negara berkembang mencapai 191 persen (atauhampir duakali lipat) PDB gabungan mereka, level tertinggi yang pernah tercatat. Krisis utang negara berkembang, yang sudah berlangsung sebelum goncangan Covid-19, memiliki dua hal yang patut diketengahkan dalam konteks perdebatan tentang pengurangan utang untuk negara berkembang setelah goncangan Covid-19. Pertama, krisis utang yang sedang berlangsung tidak terbatas pada negara-negara berkembang yang termiskin saja, tetapi juga berpengaruh pada semua kategori pendapatan. Kedua, pada umumnya,tidak di sebabkan oleh salah urus ekonomi di dalam negeri, tetapi oleh salah urus ekonomi dan keuangan di tingkat global.

UNCTAD menambahkan bahwa kerapuhan posisi utang negara berkembang sebelum krisis Covid-19 semakin meningkat karena perubahan yang bersamaan dengan kepemilikan  dan  denominasi  mata  uang  dari  utang  swasta  dan  publik  mereka.  Dengan demikian, pasar obligasi domestik semakin dalam dimasuki oleh investor asing.

Indonesia  juga  tidak  luput  akan  adanya  kemungkinan  terjebak  pada  bahaya  defisit anggaran yang tidak berkelanjutan. Ketika Covid-19 mulai merebak di Indonesia, Presiden Republik  Indonesia  Joko  Widodo menerbitkan Peraturan Perintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Virus Corona. Pada Pasal 2 Perpu tersebut, pemerintah dimungkinkan untuk merelaksasi pembatasan defisit anggaran lebih dari 3 persen. Disebutkan di pasal tersebut bahwa batasan defisit anggaran  boleh  melampaui 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) selama masa penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau untuk menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan paling lama sampai dengan berakhirnya Tahun Anggaran2022.

Indonesia diprediksi pada tahun 2020 ini akan didominasi oleh prospek ekonomi yang memudar, dimana pelambatan ini sudah diprediksi sebelum pecahnya Covid-19. Covid-19 membuat perekonomian Indonesia lebih dalam terpuruk. Tingkat kemiskinan diperkirakan akan menurun, tetapi proporsi orang yang rentan  (tanpa jaminan ekonomi) akan sangat meningkat. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melemah secara signifikan pada 2,1 persen (paling optimis) hingga minus 3,5 persen pada tahun 2020 sebelum kembali ke rata-rata 5,4 persen pada tahun 2021-2022 ketika permintaan agregat telah pulih.

Untuk mengantisipasi kemerosotan hingga potensi terjadinya resesi ekonomi maka kebijakan penerapan pola hidup baru yang dikenal dengan istilah new normal merupakan langkah yang tepat yang dapat diambil pemerintah. Karena dengan penerapan new normal dengna protokol yang diatur dengan baik dan benar, bukan hanya sektor kesehatan yang diharapkan dapat membaik melainkan sektor ekonomi negara juga diharapkan dapat membaik dan lolos dari jurang resesi.

 

0 Response to "New Normal sebagai Solusi dari Permasalahan Ekonomi akibat Pandemi Covid-19"

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak sesuai isi dari artikel yang telah anda baca di blog ini.