Konsepsi New Normal dalam Upaya Mengatasi Persoalan Kesehatan dan Ekonomi di Era Pandemi Covid-19

Pandemi Menghadirkan Krisis Ekonomi

Sudah cukup lama Indonesia berfokus di dalam menangani pandemi Covid-19. Dampak yang ditimbulkan dari pandemi ini sangat terasa di berbagai sektor. Pada sektor kesehatan misalnya, tercatat hingga ratusan ribu terkonfirmasi positif Covid-19, dengan angka kematian mencapai ribuan orang. Dari sisi ekonomi pun juga terasa, pertumbuhan ekonomi melambat dan mengalami penurunan, sangat jauh apabila membandingkan dengan kondisi pada tahun lalu sebelum pandemi Covid-19 melanda. Hal tersebut berakibat terhadap naiknya tingkat pengangguran. Belum lagi jika menyinggung kehidupan sosial, dimana saat ini telah digaungkan mengenai bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah.

Covid-19 adalah sesuatu yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya, dimana virus ini bisa berubah menjadi virus endemik di tengah masyarakat dan ada kemungkinan virus ini tidak akan musnah sepenuhnya. Merujuk pada keterangan dari  Dale Fisher, Pejabat Jaringan Peringatan dan Respons Wabah Global WHO, dikatakan bahwa vaksin Covid-19 kemungkinan baru akan siap pada akhir tahun 2021.

Hal tersebut membuat dunia, termasuk Indonesia berada pada dalam posisi yang dilematis. Dua bulan pasca penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Indonesia kini bersiap untuk memutar kembali roda ekonomi yang lesu sebagai dampak dari penerapan PSBB tersebut. Gelagat Pemerintah Indonesia untuk kembali memutar roda ekonomi terlihat pertama kali saat Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia harus hidup berdamai dengan Covid-19 sampai ditemukannya vaksin yang efektif. Pernyataan tersebut kemudian diterjemahkan lebih lanjut menjadi sebuah istilah yang akhir-akhir ini sering menjadi pembicaraan banyak orang, yakni “New Normal” atau kenormalan baru.

Konsep mengenai new normal atau sebuah kenormalan baru ini telah disiapkan oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait dan sudah mulai berjalan imana industri dan jasa sudah boleh beroperasi dengan mengikuti protokol kesehatan. Persiapan besar-besaran menuju era kenormalan baru ditandai dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke berbagai titik strategis untuk memantau pelaksanaan kenormalan baru.

Namun tetap saja kebijakan kenormalan baru ini memiliki kekhawatiran dan risiko yang tidak bisa diabaikan, bagaikan buah simalakama atau pedang bermata dua. Di satu sisi, masyarakat akan rentan tertular virus jika protokol jaga jarak dilonggarkan. Di sisi lain, memaksa orang-orang untuk tetap tinggal di rumah juga akan berdampak berat pada ekonomi apalagi kesulitan bagi masyarakat menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Surat Keputusan Menteri Kesehatan mengenai Panduan Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19 Di Tempat Kerja Perkantoran Dan Industri. Surat Keputusan tersebut menjadi sebuah protokol di dalam menjalankan fase kenormalan baru, dimana pekerja diharapkan untuk menjaga jarak minimal dari rekan kerjanya ketika masuk kantor, para pekerja juga diimbau untuk mengenakan pakaian khusus kerja, pengukuran suhu menggunakan thermogun pada pintu masuk serta penggunaan masker sekarang merupakan sebuah kewajiban. Melengkapi aturan kenormalan baru tersebut, Pemerintah Indonesia juga melibatkan sejumlah aparat keamanan yang ditempatkan di sejumlah titik untuk memastikan bahwa masyarakat disiplin dalam penerapan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Direktur Jenderal WHO menyebutkan bahwa ada enam syarat yang harus dipenuhi apabila ingin melakukan pelonggaran pembatasan dalam kondisi seperti ini, yakni: negara tersebut harus mampu mengendalikan penularan penyakit; sistem layanan kesehatan di negara tersebut harus mampu mendeteksi, menguji, mengisolasi, dan melacak setiap kasus; resiko penyebaran di titik-titik episentrum dapat diminimalkan; sekolah, tempat kerja, serta tempat pengumpulan massa lainnya harus bisa menetapkan langkah-langkah pencegahan; pencegahan masuknya kasus dari luar negeri; dan sosialisasi yang maksimal kepada masyarakat di dalam menjalankan kenormalan baru.

0 Response to "Konsepsi New Normal dalam Upaya Mengatasi Persoalan Kesehatan dan Ekonomi di Era Pandemi Covid-19"

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak sesuai isi dari artikel yang telah anda baca di blog ini.