Banyak Masyarakat Abai Protokol Kesehatan di Era New Normal

Aksi Demonstrasi - Abaikan Protokol Kesehatan


memosaqee.com - (06/10) Terbitnya istilah new normal di masa pandemi Covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah menyebabkan masyarakat kebingungan karena istilah tersebut terkesan rancu dan multitafsir. Masyarakat menganggap new normal pada masa pandemi ini berarti sudah terbebas dari Covid-19 padahal pada kenyataannya perjalanan dalam melawan virus ini masihlah jauh dari usai.

Sedari awal masyarakat sudah gagal paham terhadap istilah new normal yang sudah mulai diterapkan di tiap-tiap daerah, tidak sedikit masyarakat yang memulai aktivitas seperti sedia kala sebelum virus ini melanda masyarakat dunia tanpa memerhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Melihat kenyataan yang terjadi, Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas, Tri Yunis Miko Wahyono, menyarankan pada pemerintah untuk mengubah istilah new normal karena kerancuan istilah tersebut membuat banyak masyarakat bingung. kebingungan dan kekeliruan masyarkat dalam mengartikan new normal berimbas pada banyaknya masyarakat yang abai terhadap protokol kesehetan.

Pemerintah saat ini sedang gencar melakukan upaya peningkatan kembali protokol kesehatan di lingkungan masyarakat dengan memberikan sanksi kepada para pelanggarnya, namun pemerintah melupakan masalah utamanya yang terletak pada penggunaan istilah new normal yang disalahartikan di kalangan masyarakat.

Ditambah dengan dibukanya aktivitas di berbagai sektor ekonomi seperti mal, pariwisata, hotel, perkantoran, dan industri-industri lainnya meskipun dengan kapasitas yang dibatasi, hal ini membuat masyarakat awam berpikir bahwa keadaan sudah benar-benar normal, melihat berbagai sektor ekonomi berjalan normal kembali.

Membuka kembali aktivitas perkantoran, membuka mal, hingga membuka pariwisata pada masa pandemi membuat masyarakat bingung dengan pemberitaan dan kebijakan yang simpang siur. Covid-19 masih ada dan semakin masif namun ruang lingkup publik masih diperbolehkan dengan dalih pemulihan ekonomi.

Kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan menjaga jarak satu sama lain sangatlah minim karena beranggapan virus ini telah hilang. Hal ini karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap situasi pandemi global, bukan hanya menaggalkan masker namun masyarakat beraktivitas normal tanpa protokol kesehatan dengan dalih new normal.

Turunnya serta hilangnya kesadaran masyarakat bukan karena tidak percaya akan adanya virus korona, melainkan akibat dari kegagalan pemerintah dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat dan juga ketidakpercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang simpang siur. Bahkan masyarakat sulit mendapat jaminan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hariannya dikala pemerintah dengan gencar mengkampanyekan kepada masyarakat untuk tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah.

Pemerintah meliputi presiden, gubernur, hingga bupati dan wali kota harus bekerja sama dan selaras dalam mengkampanyekan serta memberikan edukasi kepada masyarakat secara umum mengenai penggunaan istilah-istilah di masa pandemi ini dan juga menggiatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan setiap aktivitas seperti mencuci tangan, menggunakan masker yang sesuai standar, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan atau tempat-tempat yang rawan akan penularan virus Covid-19.

Protokol kesehatan akan mampu diterapkan dengan baik dan maksimal jika pemerintah mampu menjamin semua kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan kebijakan yang tepat dalam upaya penuntasan pandemi Covid-19 ini. Saat semua kebutuhan masyarakat terjamin dan segala aktivitas di ruang publik dapat di minimalisir bukan tidak mungkin pandemi akan segera usai.

Sebagai masyarakat yang bijak dalam menghadapi situasi darurat global seperti saat ini, tentunya tidak bisa hanya dengan diam atau berpangku tangan, apalagi pemerintah belum mampu menjamin seluruh kebutuhan masyarakat. Masih perlu berusaha dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan harian namun tetap dengan kesadaran akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam bekerja atau beraktivitas. Jadikan protokol kesehatan seabgai kewajiban yang harus ditaati oleh setiap masyarakat sebagai bentuk membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus korona.

 

0 Response to "Banyak Masyarakat Abai Protokol Kesehatan di Era New Normal"

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak sesuai isi dari artikel yang telah anda baca di blog ini.