Perhatikan! 7 Bahaya Kebiasaan Mengorek Kuping terlalu Sering

Perhatikan! 7 Bahaya Kebiasaan Mengorek Kuping terlalu Sering
Alat Bantu dengar
Memosaqee - Membersihkan lubang telinga dengan cara mengoreknya menggunakan cotton buds merupakan kebiasaan yang lazim dilakukan oleh masyarakat modern. Padahal, metode tersebut justru menyebabkan earwax atau serumen terdorong lebih dalam, loh!

Para ahli dari Oxford University Hospitals menyebutkan bahwa telinga sebetulnya tidak perlu dibersihkan dengan alat. Sebab, organ tersebut punya kemampuan dapat membersihkan diri secara alami. Memakai cotton buds atau benda asing lainnya malah membuat mekanisme pembersihan itu terganggu. Apabila dilakukan setiap hari juga bisa memicu beragam bahaya mengorek kuping, loh!

Bahaya Mengorek Kuping Terlalu Sering
Telinga kita dirancang dengan bentuk yang sedemikian rupa untuk melindungi area di dalamnya dari kotoran dan serangga. Telinga pun memiliki kelenjar rambut di bagian depan, setelah lubang telinga, yang berfungsi untuk mencegah kotoran masuk. Selain itu, telinga juga memproduksi serumen atau getah bertekstur lengket yang akan menangkap dan mengeluarkan kotoran secara alami.
Baca Juga :
Nah, banyak orang yang salah paham dengan getah tersebut. Mereka mengiranya sebagai kotoran telinga yang harus dibersihkan memakai cotton buds. Dalam kondisi normal, serumen memang menggumpal serta menyumbat dinding telinga. Tapi, jika dibersihkan, cairan yang biasanya berwarna cokelat dan sedikit kekuningan ini akan diproduksi kembali.
    Membersihkan serumen hanya akan menambah masalah. Pasalnya, cotton buds bisa mendorongnya masuk dan menyebabkan beragam resiko, di antaranya:

    Lubang Kuping Jadi Lecet
    Beberapa orang menikmati kegiatan mengorek lubang telinga karena menimbulkan efek geli-geli-enak. Hal itu seringkali ngebuat orang ketagihan untuk melakukannya lagi. Padahal, jika diteruskan dan intensitasnya terlalu sering, lubang telinga kamu bisa lecet. Kedengarannya emang sepele, tapi kondisi tersebut bisa memicu infeksi gendang telinga, loh!

    Telinga Menjadi Sarang Jamur
    Bentuk lubang telinga yang terlindung dari sinar matahari dan berhawa lembab menjadi tempat favorit jamur untuk berkembang. Apalagi kalau kamu sering mengorek kuping, jamur makin nyaman bersarang di sana. Masalah ini emang nggak berakibat fatal, tapi proses penyembuhannya lama. Disarankan untuk tidak mengorek telinga dengan cotton buds ataupun alat lainnya karena bakal memperparah keadaan.
    Kalau dirasa mengganggu, sebaiknya segera temui dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

    Gendang Telinga Rusak Hingga Pecah
    Bahaya mengorek kuping yang satu ini nggak boleh kamu sepelekan. Terkadang memang dapat sembuh dengan sendirinya, tapi pada beberapa kasus, butuh prosedur medis guna mengembalikan kondisinya. Penyebab masalah itu sendiri adalah gesekan antara serabut-serabut halus pada cotton buds dengan liang telinga. Terlalu dalam serta terlalu kencang mengorek kuping juga dapat memicu kerusakan pada gendang telinga.

    Fungsi Indera Pendengaran Menurun
    Sering mengorek telinga membuat serumen atau earwax terdorong ke dalam. Makin sering dibersihkan, makin meningkat pula produksi earwax yang menyeebabkan telinga tersumbat, yang akhirnya membuat pendengaranmu menurun. Padahal, earwax seharusnya dibersihkan di pusat THT (telinga, hidung dan tenggorokan), bukan menggunakan cotton buds.

    Kepala Terasa Sakit
    Kebiasaan mengorek telinga tidak hanya membahayakan indera pendengaran. Kepala pun ikut terkena dampaknya. Hal itu disebabkan oleh kerusakan syaraf facialis yang ada di belakang telingamuSyaraf yang berfungsi menggerakkan otot wajah itu dilindungi tulang. Akan tetapi, bila terjadi infeksi, wajah kamu bakal terasa kaku, mencong dan mata sulit tertutup.

    Telinga Mengalami Infeksi
    Infeksi, seperti munculnya bisul bernanah di lubang telinga, kelenjar rambut hingga area di belakang gendang merupakan bahaya mengorek kuping yang kerap terjadi. Kamu patut waspada karena apabila nanah terlalu banyak, gendang telinga bisa beresiko pecah. Ini juga lah yang mengakibatkan pendengaran menurun.

    Beresiko Mengalami Kolaps
    Apakah kamu pernah batuk-batuk atau merasa gatal pada tenggorokan ketika sedang mengorek telinga? Hal tersebut merupakan refleks dari syaraf pagus, yaitu syaraf yang membentang ke tenggorokan, dada serta perut, pada dinding telinga. Jika kerap mengalaminya, suatu saat kamu bisa beresiko mengalami kolaps.

    Telinga memang boleh dibersihkan, tapi hanya bagian luarnya, yakni daun serta lubang telinga saja. Kamu bisa mengelap bagian tersebut dengan kain atau handuk basah. Apabila kamu merasa terganggu dengan kotoran yang berlebihan di dalam lubang telinga, alangkah baiknya meminta bantuan dokter spesialis THT untuk membersihkannya. Jangan ceroboh dan malah membuat bahaya mengorek kuping di atas mengintaimu, ya!

    0 Response to "Perhatikan! 7 Bahaya Kebiasaan Mengorek Kuping terlalu Sering"

    Post a Comment

    Silahkan berkomentar secara bijak sesuai isi dari artikel yang telah anda baca di blog ini.