Peluang Menjadi Master Chef dan Cara Memulai Bisnisnya



(image source : pinterest.com)

Dikesempatan kali ini, sesuai janji saya untuk kawan – kawan semua agar bisa sukses menjadi seorang pebisnis, lakukanlah penggalian informasi dan wawasan sebanyak mungkin yang bisa kita dapat dari berbagai sumber terpercaya.

Nah, untuk itu, agar tidak susah dalam
memilih dan memilah informasi, saya sudah siapkan materi tentang Menjadi Seorang Master Chef.

Really?

Master Chef?

Bisa!


(image source : pinterest.com)

Itu semua bergantung di kawan semuanya.

Saya akan mulai menjelaskan dari mana kita mulai untuk menjadi seorang Chef.
Apakah kawan semua suka melakukan hal ini di rumah? Makan?

Ya pasti dong,

Lalu?

Masak?

Itu juga suka,

Membandingkan masakan yang kawan semua buat dengan masakan dari restoran?

Makanannya sama, tapi kawan di rumah sengaja membeli makanan yang sama di restoran kemudian membandingkannya.

Mulai dari, rasanya, tampilannya, pemilihan bahan masakan, racikannya, cara memasaknya dan hal lain yang menyebabkan adanya perbedaan dari masakan yang sama itu.
Pernah sampai sejauh itu?
Untuk yang ingin menjadi chef maka mulai lakukan itu.
Usahakan untuk melakukan hal tersebut dibandingkan dengan restoran yang memiliki lisensi, yang mana restoran itu sudah memiliki ciri khas makanan/ masakannya.

Just do it.

Hal ini akan membuat kawan semua bisa meraih ilmu pertama untuk menjadi seorang chef.

Oke, saya harus bisa, tanamakan itu.

Tapi, saya gak bisa masak namun saya bertekad ingin menjadi seorang chef.

Baiklah, langkah yang harus ditempuh lumayan panjang, akan tetapi jika tekad mu sangatlah kuat, maka bisa diusahakan untuk menjadi seorang chef.

Sama halnya seperti dokter,

Tidak semena – mena langsung mnejadi dokter.
Iya, kan?

Wah, sudah bisa dibayangkan tuh sulitnya gimana, biaya akan berapa, waktu yang dihabiskan akan sampai kapan.

Pusing kan?
Jangan pusing, karena bila tekad sudah di depan dada dan hiduplah seperti akan mati esok dan raihlah tekadmu menjadi seorang chef, maka lakukanlah hal itu, tempuh walau harus pergi belayar ke Itali, atau pun ke Perancis.

Bisa?

Agar memudahkan, saya buatkan point – point untuk menjadi seorang chef dan menempuh perjalanan menjadi seorang master chef.

Yang pertama,

Raih dulu komitmen dan bulatkan tekad agar bisa memutuskan untuk Menjadi Seorang Chef.

Komitmen - Memutuskan Menjadi Seorang Chef

Kawan semua yang berjiwa muda, yang sekarang masih duduk di bangku SMA atau SMK mulailah untuk mencari pengalaman pekerjaan di restoran.

Menjadi Chef?
Tentu tidak,
Tunggu dulu.

Lakukanlah hal ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali situasi dan kondisi di dapur chef.

Bisa melamar untuk menjadi tukang cuci piring. Jangan malu, jangan gengsi.

Agar berhasil, kenali situasi dan kondisi dapur chef.

Selalu perhatikan ada apa saja yang ada di dapur chef.

Perhatikan tata letaknya, peralatan yang harus selalu steril, meja bahan makanan, meja alat – alat memasak. Dan begitu pula dengan bagian – bagian pekerjaan yang dilakukan oleh masing – masing kru chef yang ada di dapur. Karena kawan semua misalnya memulai mengenal ilmu memasak dan memulainya dari hanya menjadi pencuci piring dan peralatan masak.
Maka hal yang bisa dimanfaatkan lainnya selain yang sudah saya sebutkan di atas, adalah memiliki waktu luang untuk melihat chef memasak.

Iya?
Betulkan?

Yang pernah memiliki pengalaman seperti di atas sini siapa?

Ayo,,
Gak apa – apa,

Perhatikan bagaimana chef memasak, mulai dari menyiapkan peralatan, menyiapkan bahan makanan, memilih bahan pilihan, dan tentunya yang harus kawan semua ambil adalah, bagaimana teknik yang dilakukan saat chef memasak.

Mulai menctat, mulai merekam semua kegiatan chef saat memasak.

Dan jangan lupa, slalu ada budaya yang diterapkan di dapur chef, ikuti dan pelajari bagaimana budaya saat ada di dapur chef.


Mengapa?

Karena hal ini akan membuat kamu lebih menghargai apa yang harus diterapkan dan nilai apa saja yang harus dijaga saat berada di dapur chef. Oke?

Saatnya pulang ke rumah dan lakukanlah hal serupa layaknya chef di dapur restoran tempatmu bekerja atau magang saja jadi tukang pencuci piring.

Lalu, mulai siapkan peralatan masak yang ada d rumah.

Berlatih menjalankan usaha restoran layaknya di dapur chef hasil dari kawan semua pelajari.
Mulai untuk berlatih memasak. Gunakan barang seadanya, namun teknik dan perlakuan terhadap bahan masakan juga komposisi bahan masakan lakukan dengan sama.

Ini adalah praktek di rumah, kawan semua bekerja atau magang hanya sebagai tukang cuci piring, tapi di rumah kawan semua ibaratkanlah menjadi seorang chef.

Gila aja?
Siapa yang gila?
Just do it!

Mulai memasak agar bisa menjadi chef adalah pintu masuk utama agar menjadi seorang chef.


Hal ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Karena berlatih memasak akan membuat kawan semua terbiasa memegang pisau dan peralatan dapur lainnya.

Gar tidak membosankan, lakukan hal ini.

Saat praktek memasak, adakalahnya kita bosan.

Hemh... saya juga sih begitu awalnya.

Nah, agar tidak cepat bosan, maka yang harus dilakukanlah adalah memulai memasak dengan pilihan masakan kesukaanmu.

Pelajarilah segala sesuatu tentang makanan yang Kawan semua sukai.

Ingat nih,

Yang lebih penting lagi, pelajarilah berbagai makanan di mana orang lain bersedia untuk membayarnya.

Paham?

Jadi begini,

Mulailah untuk, memahamilah istilah-istilah dalam makanan seperti organik, free range, kosher, atau Kobe.

Berlatih memasak di rumah yang sedang kawan semua lakukan saat ini diharapkan agar bisa merasakan bagaimana cara memasak yang cocok dengan passion kawan – kawan.

Jadi, Maksudnya seperti ini,

Apakah Kawan semua memasak dengan caranya sendiri, atau menerikan cara memasak chef yang ada di resto saat magang?

Baiknya sih, menjadi diri sendiri.

Nah, kemudian, ada beberapa tipe hidangan makanan, dimana passion kawan – kawan ini berada.
Apakah Kawan semua lebih senang membuat makanan penutup daripada makanan utama?

Minat Kawan semua akan menentukan di mana Kawan semua mencari pendidikan dan pengalaman di masa depan.

Berlatihlah memasak untuk orang sekitar kawan semua, mulai untuk orang tua, teman, tetangga, atau pacar barangkali.

Nah, dari sanalah ambil kesempatan untuk diberikan orang yang dibuatkan makanan untuk kita penilaian, biarkan mereka menilai makanan kita.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mental kita dikemudian hari saat makanan kita kurang disukai oleh pelanggan, misalnya.

Nah, hal ini bukan sesuatu hal yang tidak ada artinya, kenapa?
Hal ini melatih kita untuk bisa menerima apapun penilaian dari siapa pun itu.

Menumbuhkan hasrat di bidang kuliner.

Kawan semua yang bertekad menjadi chef sepertinya akan gagal ketika tidak memulai untuk memiliki hasrat di bidang kuliner.

Maksudnya?

Bagaimana kawan semua ini memulai memasak, apabila dalam mencicipi makanan saja kawan semua sudah ogah atau bahkan mencibirnya.

Auto gagal kalau menurut saya.

Jadi,

Fokuslah pada tekad tadi, tumbuhkan hasrat kulinernya, karena sayang sekali kalau kawan disini sudah merelakan waktunya untuk berlatih menjadi chef dan magang di resto atau dapur chef hanya menjadi seorang pencuci piring lalu berhenti karena tidak adanya rasa suka terhadap makanan, ya sudahlah...

Ayok, caranya mudah,

Makanan yang aneh pun tidak akan sampai membunuh kawan – kawan kok.

Nah, agar mulai yakin dan meningkatkan rasa cinta hasrat terhadap kuliber maka, mulailah mengulas atau melakukan peninjauan tentang restoran, majalah memasak, profil para head cook dan chef, dan literatur lain yang berhubungan dengan ilmu kuliner.

Bisa kan?
Pahamilah secara mendalam tentang bidang kuliner yang menurut kawan semua menarik. Sumber-sumber pengetahuan memasak yang bagus misalnya adalah buku-buku seperti Kitchen Confidential karya Anthony Bourdain, The Professional Chef terbitan Culinary Institute of America, dan Becoming a Chef karya Dorenburg and Page.

Tekad menjadi chef oke, berani berlatih sampai rela magang jadi tukang cuci piring juga ok, mulai meningkatkan hasrat kekulinerannya ok, lalu mulailah untuk hal ini,

Mempelajari Ilmu Kuliner,

Seperti halnya sekolah dan mendapatkan ilmu dari belajar, maka kawan semua harus disiapkan untuk mendaftar pada sebuah program ilmu kuliner. Masuk ke sekolah memasak memang bukan prasyarat untuk menjadi seorang chef, ingat loh? Saat sudah masuk bayangan kawan semua sudah langsung menjadi chef. Enggak! Bukan begitu.

Ingat, cara ini dapat memberikan manfaat ketika Kawan semua direkrut oleh restoran yang bagus. Artinya, sekolah tempat kamu daftar akan mereferensikan kamu sebagai chef di tempat yang dianggap cocok untuk kawan – kawan.

Nah, kemungkinan lain setelah mempelajari ilmu kuliner makan kawan semua berkesempatan memiliki restoran sendiri, carilah program yang menawarkan kelas bisnis, manajemen, sumber daya manusia, dan bidang-bidang pengetahuan lain yang penting.

Jadilah, dan siaplah membangun restoran sendiri.

Saat kawan sudah memiliki keahlian chef, maka kawan semua sudah saatnya untuk meraih sertifikat sebagai chef di bidang kuliner.

Agar wawasannya semakin jauh, maka carilah kesempatan seperti meraih sertifikat dari American Culinary Federation (ACF) yang menawarkan sertifikat umum juga sertifikat di bidang-bidang khusus seperti pembuatan pastry. Sertifikat dari ACF akan membantu membedakan Kawan semua dari kandidat lain untuk mendapatkan pekerjaan yang sama.

Wah... luar biasa bukan?

Setelah kawan semua berhasil, maka, tebalnya ilmu dan pengalaman akan membuat kawan semua semakin percaya diri dalam melamar pekerjaan ke tempat atau restoran berbintang.

Sesuaikan saja dengan kemampuan diri sendiri untuk bisa diterapkan atau mengikuti passion suatu restoran.

Biar tidak tanggung – tanggung nih, jika memungkinkan, kawan semua disini bisa menggunakan beberapa koneksi yang telah Kawan semua miliki saat belajar di sekolah kuliner dan magang saat itu.
Di Eropa, proses wawancara meliputi tes bekerja di restoran selama sehari. Kawan semua bisa melihat apa yang staf restoran kerjakan, mereka melihat apa yang bisa Kawan semua kerjakan, dan jika sesuai, Kawan semua akan diterima.

Sebagai tambahan,

Orang yang memiliki gelar di bidang ilmu kuliner biasanya bahkan mulai dengan pekerjaan sederhana seperti mengupas kentang, mengolah daging, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang melelahkan secara fisik dan memerlukan waktu untuk berdiri berjam-jam tanpa istirahat.

Orang yang melakukan pekerjaan sederhana dengan baik akan dipromosikan menjadi garde manager dan bertugas untuk menyiapkan makanan pembuka, sup, dan makanan dingin.

Langkah selanjutnya adalah menjadi line cook yang bekerja secara langsung dengan makanan-makanan utama.

Karyawan yang berbakat dipromosikan menjadi sous chef, yaitu wakil dari head chef.

Posisi teratas adalah executive chef, yang mengatur seluruh dapur dan kadang-kadang memiliki restoran sendiri. Level ini dicapai setelah bertahun-tahun bekerja keras.

Selalu berada di posisi teratas.

Ketika Kawan semua sedang menaiki tangga kesuksesan, ikutilah tren terkini di bidang makanan.
Jangan bosan untuk, mengunjungi restoran-restoran yang sangat baik, berkenalanlah dengan orang-orang di bidang itu, dan asahlah kemampuan kuliner Kawan semua.

Saat itu juga mulailah berpikir kreatif dan memiliki tujuan untuk mengetahui apa yang menjamin keberhasilan sebuah restoran.

Jika waktunya tiba, Kawan semua akan dipromosikan menjadi executive chef atau Kawan semua akan memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola restoran sendiri.

Tips

Makanlah sampai keluar negri!

Memasak di restoran tidak seperti memasak di rumah. Ada banyak informasi dan ide yang baik tentang menu yang bisa ditemui di restoran.

Bersikap baiklah pada setiap orang di dapur. Staf pencuci piring ( karena hal ini akan mengingatkan mu saat magang) dan tamu yang Kawan semua temui hari ini mungkin akan membuka restoran fusion baru suatu hari nanti.

Carilah program kuliner di perguruan tinggi di luar negri. Banyak sekolah memasak yang menawarkan kelas malam, program sertifikasi, dan gelar kesarjanaan penuh di bidang kuliner.
Menjadi Seorang Chef, dan saat ini katakanlah kawan semua sudah menjadi seorang chef. Maka, janganlah sampai lupa sebenerya apa itu chef?

Sebenarnya kata Chef diambil dari bahasa Perancis, yang dalam Bahasa Inggris artinya adalah Chief atau leader, dalam bahasa Indonesia pimpinan.


Jadi, tidak setiap Chef adalah Kepala Juru Masak.

Sebagai contoh adalah Chef de Police, artinya adalah Kepala Polisi.

Contoh lainnya adalah Chef de Beuro atau Kepala Biro dalam Bahasa Indonesia.

Dengan demikian, bisa dikatakan setiap pimpinan di Perancis, ya, namanya Chef, tergantung bidang dan profesi apa yang di gelutinya.

Kalau Kepala Juru Masak? Kepala Juru Masak adalah Chef de Cuisine atau Chef de Patisserie untuk Chef Pastri.

Di dapur pun ada yang namanya Chef de Partie (CDP) atau Kepala Bagian, tergantung dapur yang ia pimpin. CDP ini juga bukan hanya di dapur, bisa juga dia adalah Kepala Bagian yang lain.
Mengapa Perancis?

Lantas, kenapa namanya harus Chef, dan bukan Chief?

Kenapa yang digunakan adalah istilah bahasa Perancis.

Jawabannya sederhana, karena Perancis merupakan kiblat kuliner dunia.
Negara ini punya sejarah panjang dalam hal kulinari, lebih dari 500 tahun.

Perancis adalah negara pertama yang menyebarkan para Chef-nya, baik dengan sengaja maupun tidak. Di samping itu, terminolgi di dapur kebanyakan juga menggunakan Bahasa Perancis sebagai pengantar.

Misalnya brunois (baca: brunoas, yang artinya potongan sayuran kotak-kotak kecil dengan ukuran 2 mm x 2 mm x 2 mm), Mire Poix (kumpulan sayur-mayur tertentu yang fungsinya sebagai aroma dalam pembuatan masakan), atau Bouquet Garny (kumpulan rempah-rempah yang diikat atau dibungkus dengan kain, untuk cita rasa).

Sebenarnya hidangan Perancis pun telah pula terpengaruh oleh negara dan bangsa lainnya, dan yang paling kental adalah dari Italia.

Menurut sejarah, pada abad 15-16 seorang puteri bangsawan dari Florence, Itali, menikah dengan Raja Henri dari Perancis. Puteri inilah yang membawa dan memperkenalkan teknik masak dari Italia ke Perancis.

Di samping itu, kulinari Perancis juga ikut mendapat pengaruh dari negara-negara yang di taklukkannya.

Menurut Amy B Trubek, seorang mahasiswi dari Universitas Pensylvania Amerika Serikat dalam tesisnya untuk mendapat gelar Doktor, Perancis sudah mulai membuat dan menyebarkan buku dan teknik-teknik memasak sejak beberapa abad yang lalu. Makanya tak heran jika pamornya di dunia kuliner sudah sangat kuat. Perancis juga melakukan pendokumentasian yang bagus. Dan yang paling penting adalah dukungan penuh dari Pemerintah Perancis.

Hingga kini, belum ada negara lain yang mampu menyaingi Perancis sebagai ‘kiblat’ kuliner. Dengan menguasai teknik pengolahan makanan Perancis, akan lebih mudah bagi seorang calon juru masak untuk mengolah hidangan dari negara lain.

China, Perancis-nya Asia

Jika kita bicara dalam lingkup lebih kecil, di Asia, Chinalah jawaranya. Diakui oleh beberapa ahli dalam buku Professional Chef yang diterbitkan olah Culinary Institute of America (CIA), Cina adalah satu-satunya negara yang variasi masakan dan makanannya bisa menyaingi Perancis. Lalu, kenapa bukan China yang menjadi kiblat masakan dunia?

Seperti kita ketahui Cina adalah negara yang mempunyai kebudayaan yang sangat tua, tapi sayangnya kuliner Cina hanya berkembang di kalangan istana, bisa dibilang tidak keluar dari tembok-tembok istana.

Dan, kalaupun kulinernya keluar dari area Cinapun, hanya sebatas makanan kelas bawahnya saja. Makanan kelas atas tetap hanya menjadi ’rahasia’ para keluarga kerajaan dan bangsawan saja.
 Untuk level Asia Tenggara, pusat kuliner saat ini adalah Singapura, negara kecil yang letaknya tidak jauh dari negara kita.
Hal ini bisa terjadi karena dukungan yang kuat dari pemerintah Singapura yang menyadari bahwa mereka tidak punya apa-apa untuk dijual, tapi mereka punya kemauan yang kuat.

Mereka juga menyadari minimnya sumber daya alam sehingga diperkuatlah sumber daya manusianya. Dan tentunya, hal ini tidak dapat dilakukan dalam semalam. Bagaimana Indonesia? Masih tertinggal, walaupun pada saat ini pengembangan masakan dan makanan Indonesia cukup menggembirakan.

Apa lagi setelah salah satu televisi swasta menayangkan acara Allez Cuisine, baru terbukalah mata orang awam bahwa Chef bisa menjadi sebuah profesi yang menjanjikan.

Terbukalah kenyataan bahwa bekerja di dapur bukan monopoli wanita, seperti yang selama ini terjadi di sebagian besar dapur rumah tangga masyarakat.

Indonesia masih harus bekerja keras, dukungan pemerintah adalah mutlak. Masih banyak orang Indonesia yang bersikeras mengejar gelar sarjana, baik itu S1, S2 hingga S3.

Pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan masih dipkawan semuang sebelah mata, walaupun mulai beberapa tahun yang lalu sudah banyak berubah.

Sebagai contoh, peminat kulinari di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, sudah mulai ada peningkatan secara signifikan terhadap mata kuliah Pengolahan Makanan (Food Production).

Dan, sekolah tinggi ini juga mempunya sebuah klub memasak yaitu TCC atau Trisakti Culinary Club yang para anggotanya adalah para mahasiswa STP Trisakti yang mempunyai minat di bidang Kulinari.

Bagaimana seseorang bisa disebut sebagai seorang Chef?

Pertanyaan ini cukup banyak diajukan. Merujuk pada buku Professional Cooking oleh Wyne Gisslen, disebutkan bahwa ijazah tidak akan membuat Kawan semua menjadi seorang Chef dan Kawan semua baru bisa disebuk sebagai juru masak setelah memasak sebanyak ribuan kali.

Apakah jika kita lulus dari sebuah sekolah atau perguaruan tinggi, otomatis menjadi seorang pemimpin di sebuah perusahaan?

Jawabannya tentu saja tidak, kecuali jika perusahaan itu miliknya sendiri atau kelurganya, dan dia diangkat menjadi pemimpin di perusahaan itu.

Seperti telah disebutkan, perlu kerja keras dan semangat yang kuat jika ingin menjadi seorang Chef. Chef itu sama dengan pemimpin.

Dan, Chef yang kita bicarakan di sini adalah seorang kepala atau pimpinan sebuah dapur. Jadi, Chef adalah sebuah profesi, sama dengan profesi-profesi yang lain, misalnya dosen, guru, dokter, pilot dan lain sebagainya.

Untuk menjadi seorang Chef, ada banyak jalur yang bisa ditempuh.

Pada jenjang sekolah tinggi, paling tidak, bisa melalui SMK jurusan tata boga atau jurusan perhotelan. Untuk yang lebih tinggi lagi, bisa bergabung dengan akademi-akademi perhotelan atau Sekolah Tinggi Pariwisata.

Tentunya lulusannya tak serta merta mendapatkan gelar Chef, kecuali setelah lulus langsung membuka usaha restoran dan menjadi Chef-nya.

Untuk menjadi seoran Chef, butuh pengalaman dan jam terbang yang tinggi, karena kalau sudah menjadi Chef maka bukan hanya kemampuan memasak yang dibutuhkan, tetapi sudah menjadi luas, yaitu kemampuan berorganisasi.

Pada dasarnya persyaratan seorang Chef akan sama dengan persyaratan seorang pemimpin. Chef adalah profesi yang membutuhkan proses yang panjang untuk pencapaiannya, bahkan bisa mencapai puluhan tahun (ada juga yang bisa mencapainya dalam bilangan tahun).

 Chef juga banyak tingkatannya, mulai dari Demmie Chef hingga Executive Chef.
Apakah yang tidak pernah bersekolah di bidang perhotelan bisa menjadi seorang Chef?

Bisa! 
Syaratnya adalah kemauan yang keras untuk mencapai jabatan puncak di sebuah dapur.

Pada saat ini, di Indonesia telah ada beberapa orang Indonesia yang dipercaya untuk memegang kendali di dapur-dapur hotel berbintang, baik bintang 4 maupun 5.

Hal ini tentu sangat menggembirakan, walaupun di luar negeri sebenarnya sudah banyak juga orang-orang Indonsia yang mempunya jabatan sebagai Chef maupun Executive Chef.

Struktur organisasi di dapur

Tergantung dari besar kecilnya sebuah dapur, untuk beberapa hotel bintang 5, tingkatan Chef terdiri dari beberapa lapis. Misalnya Untuk resto yang lebih kecil biasanya lebih sederhana, misalkan sebuah restoran dengan kapasaitas 30-60 tempat duduk.

Sosok Chef ideal

Chef yang ideal adalah Chef yang mempunyai jiwa entrepreneur (agar bisa memajukan usahanya), mempunyai jiwa seni (sehingga bisa memberikan sentuhan-sentuhan yang artistik pada makanan), mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat, berpikiran di luar kotak (out of the box), selalu mempunya ide-ide baru yang segar, selalu belajar dan tidak pernah berhenti dalam usahanya.

Perkembangannya di dalam negeri sudah sangat menggembirakan dibandingkan dengan 5 atau 10 tahun yang lalu.

Demi kemajuan mereka, tentunya harus banyak diberi pelatihan, khususnya Bahasa Inggris. Ini merupakan kelemahan yang cukup mendasar bagi orang Indonesia, karena mau tidak mau, suka tidak suka paling tidak seorang Chef harus bisa berkomunikasi dengan bahasa internasional ini.


Oke, begitulah barrangkali ulasan mengenai bagaimana menjadi seorang chef sampai kawan – kawan semua meraih sukses dan bisa dikatakan sebagai master chef.


0 Response to "Peluang Menjadi Master Chef dan Cara Memulai Bisnisnya"

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak sesuai isi dari artikel yang telah anda baca di blog ini.