Musim Hujan akan Berakhir, Waspadai Sengatan Panas Heatstroke

Musim Hujan akan Berakhir, Waspadai Sengatan Panas Heatstroke
Ilustrasi : Gedung Pencakar Langit Terbakar
Memosaqee - Di sebagian wilayah bahkan mencapai 38OC. Kondisi ini tentunya bikin tubuh jadi gampang gerah. Sehingga, mau ngapa-ngapain pun malas. Selain itu, cuaca yang terik juga berdampak pada kesehatan, salah satunya terkena sengatan panas alias heatstroke.

Apa saja gejala awal terserang heatstroke?
Baca Juga :
▪ Pola Hidup yang Wajib Dicoba
▪ Makanan Kalsium Tinggi Membantu Pertumbuhan
▪ Mulai Lakukan "Healty Eating" saat di Rumah Saja
▪ Jarang diketahui Khasiat dari Kebiasaan Ini
▪ Sering Dikonsumsi namun Tidak Tahu Manfaatnya
▪ Jangan Asal Gaya, ketahui dulu ini baru boleh Gaya
Simak ulasan berikut biar kamu bisa mengantisipasi sekaligus melakukan tindakan yang tepat guna mengatasinya!

Gejala Heatstroke yang Harus Kamu Ketahui
Kamu yang tinggal di negara tropis, seperti Indonesia, pasti akrab banget sama cuaca panas. Kayak yang terjadi belakangan ini di sejumlah daerah. Kondisi tersebut diprediksi bakal terjadi hingga beberapa waktu ke depan. Di samping bikin kulitmu terbakar, cuaca panas yang ekstrem juga dapat meningkatkan resiko terkena heatstroke.

Heatstroke sendiri adalah kondisi di mana suhu tubuh meningkat secara drastis, hingga 40OC atau lebih, tapi tubuh kurang siap untuk mengatasinya. Dengan kata lain, heatstroke adalah kegagalan tubuh dalam melakukan pendinginan, baik dengan berkeringat atau melalui penguapan dari kulit karena cuaca panas.
Heatstroke seringkali terjadi ketika seseorang terpapar suhu panas melebihi batas toleransi tubuhnya, semisal saat cuaca terik. Selain itu, aktifitas fisik atau olahraga yang berlebihan juga dapat menjadi penyebabnya.

Lantas, apa saja gejala awal terserang heatstroke?

Keringat Berlebih
Keringat adalah respon untuk menurunkan suhu tubuh secara alami. Jadi, bila kamu berkeringat saat cuaca sedang terik, artinya tubuhmu sedang berusaha mengembalikan suhunya ke kondisi normal. Pada penderita heatstroke, keringat tersebut mengucur dengan deras dan tidak berhenti.

Kulit Kemerahan
Ketika terpapar suhu panas, tubuh bakal berupaya mendinginkannya dengan cara mengalirkan darah ke kulit. Sehingga, kulitmu akan tampak kemerahan. Selain itu, kulitmu mungkin juga terasa kering atau lembab, tergantung jenis heatstrokenya.

Kram Otot
Salah satu gejala awal terserang heatstroke ini dipicu oleh kurangnya kadar natrium dalam tubuh akibat keringat. Kamu bakal merasakan sakit di beberapa bagian, seperti lengan, kaki atau perut ketika keluar rumah di cuaca yang ekstrem.

Susah Berjalan
Heatstroke dapat mempengaruhi sistem syaraf seseorang. Sehingga, mengakibatkan kurangnya koordinasi serta keseimbangan ketika berjalan.

Denyut Jantung Meningkat
Paparan suhu panas membuat jantung memompa lebih keras dan cepat. Itu menyebabkan adanya peningkatan denyut jantung. Kondisi tersebut terjadi guna memastikan apakah sistem pendingin tubuhmu bekerja atau tidak. Peningkatan detak jantung sendiri bisa menyebabkan seseorang kesulitan bernapas.

Pembengkakan
Kalau kamu nggak terbiasa bekerja di kondisi panas, kemungkinan kamu bakal mengalami pembengkakan, terutama di bagian jari dan kaki. Hal itu bisa membuatnya kebas atau mati rasa.

Selain gejala-gejala tersebut, penderita heatstroke juga mengalami sakit kepala yang berdenyut, pusing, mual, muntah, kejang dan perilakunya berubah. Mereka bisa merasa kebingungan, mudah tersinggung, melakukan tindakan yang brutal dan sebagainya.

Cara Mencegah Heatstroke
Heatstroke memang merupakan kondisi yang tidak boleh disepelekan. Sebab, jika tidak segera ditangani bisa berdampak fatal. Tapi, kamu dapat melakukan hal-hal di bawah ini sebagai langkah pencegahan:

Hindari Beraktifitas di Luar Ruangan Saat Suhu Panas
Stop aktifitasmu di luar ruangan, terutama di jam 10.00-16.00 WIB, ketika cuaca sedang panas dan terik. Sinar matahari itu jahat, bisa merusak kulitmu dan bikin kamu terserang heatstroke. Jadi, jika ingin melakukan aktifitas fisik atau berolahraga, sebaiknya pilih waktu yang pas. Semisal, pagi atau sore hari.

Selain itu, pastikan kondisi tubuhmu sedang baik-baik saja. Bila kamu punya riwayat penyakit atau sedang mengonsumsi obat tertentu, waspadalah. Sebab, itu dapat meningkatkan resiko mengalami heatstroke.

Perbanyak Asupan Air Putih
Nggak cuma mencegah dehidrasi, mengonsumsi air putih juga dapat menghindarkan kamu dari gejala awal terserang heatstroke di atas. Jika terhidrasi dengan baik, tubuh akan sering berkeringat. Sehingga, suhu tubuh pun tetap terkendali. Dianjurkan untuk minum air putih, setidaknya 8 gelas per hari. Kamu juga dapat mengonsumsi jus buah, jus sayuran atau minuman yang mengandung elektrolit.

Kenakan Pakaian yang Nyaman
Saat cuaca panas, sebaiknya hindari memakai baju yang tebal. Lebih baik kenakan baju yang tipis, ringan serta bikin kamu nyaman agar terhindar dari serangan panas.

Lindungi Kulit dari Sinar Matahari
Paparan sinar matahari bisa mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menurunkan atau mendinginkan diri. Maka dari itu, proteksi tubuhmu dari sinar matahari yang mengandung ultraviolet dengan cara menggunakan kacamata, topi dan tabir surya ber-SPF minimal 15 ketika berada di luar ruangan.

Kamu dapat mengoleskan tabir surya sebelum pergi dan mengulanginya setiap 2 jam. Lakukan lebih sering bila kamu mudah berkeringat atau sedang berenang.

Gejala awal terserang heatstroke harus kamu waspadai. Pasalnya, kondisi tersebut bisa mempengaruhi organ-organ tubuh, seperti jantung, ginjal dan otak apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Jika kamu menemui orang yang mengalami tanda-tanda heatstroke seperti di atas, lakukan pertolongan pertama dengan membopongnya ke ruangan dengan suhu yang lebih sejuk dan beri minum. Kalau perlu, lekas hubungi petugas medis supaya ia memperoleh bantuan dengan segera.

0 Response to "Musim Hujan akan Berakhir, Waspadai Sengatan Panas Heatstroke"

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak sesuai isi dari artikel yang telah anda baca di blog ini.