Kenali Apa Itu Sleep Apnea, berikut Gejala dan Dampak yang Ditimbulkan

Ilustrasi : Ekspresi saat Menahan Nafas
Memosaqee - Mungkin istilah sleep apnea masih terdengar asing di telinga kamu. Mungkin juga kamu pernah mengalami kondisi ini, tapi tidak tahu sebutannya. Sleep apnea adalah kondisi ketika pernapasan seseorang terhenti sejenak selama beberapa kali saat mereka sedang tidur. Meski kedengarannya kurang familiar, namun kondisi tersebut ternyata dialami oleh banyak orang, loh! Simak ulasan di bawah untuk mengetahui lebih lengkap tentang apa itu sleep apnea dan dampak yang ditimbulkannya.

Pengertian Sleep Apnea
Sleep apnea atau apnea tidur merupakan gangguan yang mengakibatkan penderitanya kehilangan napas sementara saat mereka tengah terlelap. Napas tersebut bisa terhenti secara tiba-tiba selama 10 detik atau lebih sebanyak puluhan hingga ratusan kali selama mereka tidur.

Kondisi yang ditandai dengan mendengkur ketika tidur serta tetap merasa ngantuk walaupun sudah tidur lama itu tentu amat berbahaya karena dapat membuat tubuh penderita kekurangan oksigen. Awalnya, aliran udara akan terhenti. Kemudian jumlah oksigen dalam darah akan menurun hingga 4%. Akibatnya, pasokan oksigen dalam darah berkurang.

Sleep apnea umumnya terjadi pada orang dewasa, terutama yang berusia 40 tahun ke atas dan cukup jarang dialami anak-anak. Laki-laki lebih beresiko mengalami gangguan tidur ini dibanding perempuan. Sleep apnea juga bisa berhubungan dengan riwayat penyakit yang diderita seseorang.

Faktor resiko seseorang terkena sleep apnea akan meningkat apabila mereka kecanduan rokok dan alkohol, memiliki kelebihan berat badan, amandel yang ukurannya tidak normal, tulang rahang yang kecil dan lidah yang lebih besar. Selain itu, penderita septum, alergi dan GERD (gastroesophageal reflux) juga sangat beresiko mengalami sleep apnea.

Jenis-jenis Sleep Apnea
Setelah mengetahui apa itu sleep apnea, mari lanjut ke pembahasan berikutnya. Menurut penyebabnya, sleep apnea dibagi menjadi 3 jenis, antara lain:

-     Central Sleep Apnea. Sleep apnea jenis ini terjadi ketika otak tidak mampu men-transfer sinyal dengan baik ke otot yang mengendalikan pernapasan. Sehingga, otot-otot pernapasan mengalami kelumpuhan dan mengakibatkan penderita tak dapat bernapas selama beberapa waktu. CSA bisa dialami oleh bayi maupun orang dewasa yang punya riwayat penyakit jantung, serebrovaskular, kelainan bawaan atau penyakit yang disebabkan karena keracunan obat.
-       
       Obstructive Sleep Apnea. Kondisi ini merupakan dampak dari terhambatnya saluran pernapasan saat tidur. OSA bisa terjadi manakala otot yang ada di belakang tenggorokan terlalu rileks. Sehingga, saluran pernapasan menyempit atau menutup ketika penderita menarik napas.
Menurut penelitian, 2% perempuan dan 4% laki-laki dari semua kasus yang terjadi mengalami sleep apnea jenis ini. Pertahun, 1,5% orang yang berusia 18 tahun mengalami masalah ini. Kondisinya bakal makin parah kalau penderita mengalami obesitas.

-     Complex Sleep Apnea. Sleep apnea yang satu ini adalah kombinasi dari dua jenis sebelumnya.

Gejala Sleep Apnea
Pada sebagian besar kasus yang terjadi, penderita cenderung tidak menyadari gejala sleep apnea. Gejala tersebut justru disadari oleh teman sekamar mereka. Di antaranya, mendengkur dengan keras, nafas tersengal-sengal, terbangun karena tersedak atau merasa tercekik dan insomnia.

Selain itu, penderita sleep apnea juga merasakan keluhan, seperti sakit kepala saat bangun tidur, terbangun dengan mulut dan tenggorokan kering, merasa amat mengantuk di siang hari, mood gampang berubah, susah berkonsentrasi, belajar serta mengingat sesuatu dan libido menurun.

Apabila dengkuran yang terdengar cukup kencang dan napas terhenti berkali-kali ketika sedang tidur, kamu perlu berkonsultasi ke dokter untuk memperoleh perawatan dan terapi.

Dampak Sleep Apnea
Seperti yang telah disebutkan, gejala sleep apnea bisa membuat penderita mengalami gangguan tidur dan kesulitan berkonsentrasi. Sehingga, sangat mungkin menyebabkan kecelakaan di jalan raya atau pada saat bekerja. Bahkan, resikonya tiga kali lipat lebih banyak dibanding orang normal.

Selain itu, sleep apnea juga dapat menganggu rutinitas penderita dan mengurangi performa mereka saat belajar maupun bekerja. Kondisi ini lah yang dianggap sebagai penyebab menurunnya prestasi akademis pada anak-anak serta remaja.
Puas dengan penjelasan mengenai apa itu sleep apnea? Untuk mencegah kehadirannya yang bisa merusak kualitas tidurmu, sebaiknya hindari makan dan olahraga sebelum tidur, jangan membaca atau menonton TV di tempat tidur, kurangi pencahayaan serta kebisingan di kamar kamu serta lakukan relaksasi fisik dan mental menjelang tidur.

0 Response to "Kenali Apa Itu Sleep Apnea, berikut Gejala dan Dampak yang Ditimbulkan"

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak sesuai isi dari artikel yang telah anda baca di blog ini.