9+ Tips Memulai Usaha Cukur Rambut/ BarberShop di Tahun Ini




(image source : pinterest.com)
Apa bedanya dengan tukang pangkas rambut?

Sama aja,,

Usaha yang satu ini sudah
lama ngetrend saat ini. Perkembangannya pun sangat bagus dan semakin hari semakin banyak barbershop baru yang bermunculan.
(image source : pinterest.com)

Bukan karena sebab mistis atau apapun itu, memang tidak sama sekali tidak ada kaintannya, namun kebutuhan akan adanya seorang cukur rambut atau pemangkas rambut ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan fashion atau pun syarat formal kerapihan penampilan seorang pria atau wanita.

Unsur lainnya yang tidak kalah penting adalah kebutuhan akan gaya rambut yang diinginkan oleh klien atau para pelanggan.
“Rambut itu gak akan berhenti tumbuh, minimalnya satu bulan sekali kita harus berkunjung ke tukang pangkas rambut.” Ujar dari anggota kmunitas bisnis di kota saya tinggal.


Dari sana saya harap kawan semua bisa menangkap sebuah peluang bisnis barbershop ini.

Sama hal nya dengan bisnis di kuliner, selama manusia masih makan bisni di bidan makanan akan selalu ada.

Lalu,

Bagaimana memulainya?

Bia saya pejelas lagi, usaha barbershop memang tengah dan sedang digandrungi oleh para pengusaha baru atau para pengusaha lainnya yang penasaran dengan usaha ini karena dianggap menawarkan keuntungan yang cukup besar untuk meningkatkan pendapat mereka.

Sudah tergambar kan keunggulan dan manfaat yang akan Kawan - kawan  dapatkan jika membuka usaha barbershop ini?

Namun bagi pemula tentunya akan kebingungan dalam memulai usaha ini dari awal hingga mampu menghasilkan keuntungan.

Nah, biar gak kebingungan, mari simak penjelasannya disini.

Membuka usaha barbershop,
Berikut beberapa panduan disertai estimasi keuntungan dan juga trik dan tipsnya yang akan Kawan - kawan  dapatkan.

Ingat: “Untuk kisaran nominal tidak dapat dipatok, namun dapat diperkirakan”.

Rincian Modal Usaha Barbershop dan Keuntungannya

Analisa usaha Barbershop,

Diawali dengan kebutuhan peralatan penunjang, rincian modal dan  tata cara memulainya.

Pertama-tama tentunya ada modal yang harus Kawan - kawan  siapkan untuk membeli beberapa peralatan pendukung, berikut alokasi dana yang Kawan - kawan  harus siapkan, dan hal yang harus diperhatian terlbih dahulu, yatu :

1. Menentukan Lokasi Barbershop
2. Membeli Peralatan Pangkas Rambut
3. Mempersiapkan Modal Operasional
5. Biaya Promosi / Marketing
6. Analisa Keuntungan Usaha Barbershop
7. Jadilah Barber/ tukang cukur rambut yang Berpengalaman
8. . Ciptakan Suasana di Lokasi Barbershop senyaman mungkin
9. Paket lainnya yang Lebih dari Sekadar Mencukur
Penjelasan detail tentang Analisa Usaha Barbershop

1. Menentukan Lokasi Barbershop

(image source : pinterest.com)

Apakah Kawan - kawan  sudah yakin untuk memulai usaha barbershop?

Oke,

Jika sudah,

Kawan - kawan  dapat memulai langkah yang pertama yaitu menentukan lokasi usaha barbershopnya. Ingat, harus strategis ya...

Kenapa?

Karena,

Lokasi barbershop sangat berkaitan dengan target market barbershop kawan semua. Jika targetnya nadalah mahasiswa, maka sewalah lokasi di area universitas atau kos-kosan yang kebanyakan mahasiswa tinggal.

Mulailah untuk menjalin komunikasi dengan pemilik kosan, misalnya. Sembari ngekos, bisa juga kan membuka layanan barbershopnya? Susah? Gak dapat izin?

Ok, masih banyak cara lain,

Carilah tempat penyewaan toko yang dekat dengan kosan mahasiswa.

Mahal?

Gak usah takut karena mahal?

Tidak ada modal?

Sebaiknya diusahakan, ingat untuk mendapatkan sesuatu kita perlu pengorbanan, layaknya kita memancing ikan di kolam kita tidak perlu menggunakan perahu, tapi jika kita ingin memancing dilautan, maka kita perlu perahu. Usahakanlah, karena dengan berusaha semua akan ada jalannya.
Fokuskan pada target yang ingin kawan semua tetapkan, terutama target market secara lebih umum, maka menyewa lokasi di tempat umum seperti area ruko, dekat pasar, atau gang rumah penduduk bisa menjadi pilihan.



Susah?

Jangan berpikir susah dulu,

Laksanakanlah, pasti bisa.

Untuk mempermudah, saya sudah menyiapkan estimasi sewa kosan atau lapak untuk barbershopnya,
Perkiraan biaya sewa lokasi adalah Rp. 800,000 – Rp. 1,000,000 / bulan. ( perkiraan ) Menurut saya ini cukup sesuai dengan prospek dari usaha ini. Bila tidak bisa menutupi maka pindah tempat lain yang lebih murah.

“Bang, paling murah Rp. 1,500,00/ bulan, bang!”
Oh, iyah?!

Bisa saja hal ini terjadi di tempat kawan semua tinggal, tergantung pada lokasi yang memang sangatlah komersil,

Trik dan tips nya,

Bila saja harga sewa tempat itu mahal, maka lakukanlah hal membandingkan dengan menyewa langsung sebuah ruko.

Bisa?

Lebih mahal bang,
Mana bini atau saudara kawan semua? Ajak mereka untuk mengisi ruko dengan usaha lainnya, agar bisa dilakukan secara gotong royong.

Meringankan beban untuk menyewa tempat.
Masih bingung?

Just, do it! Jangan dipikirkan.

Masih susah?

Takut gagal, takut gak laku.

Takut bangkrut.

Kalau begitu,


Ikuti ini,

Kawan - kawan  dapat membuka usaha barbershop di rumah sendiri untuk menghemat biaya.

Bisa?

Harus bisa?

Bagaimana datangkan pelanggan?

Ada triknya. Ikuti saja terus, oke?

2. Membeli Peralatan Pangkas Rambut

(image source : pinterest.com)

Nah ini dia, seperti halnya bila petani ingin pergi ke sawah maka ambilah bajaknya, tukang kebun pergi berkebun maka ambilah cangkulnya.

Tukang cukur?

Ambilah gunting dan sisirnya.

Oke, mulai modal lagi,

Persiapkan modal untuk membeli peralatan pangkas rambut seperti:

Jenis Peralatan
Estimasi Harga*
Mesin cukur 2 buah
Rp. 420,000, Total Rp. 840,000,-
Sisir rambut 2 buah
Rp. 10,000,- Total Rp. 20,000,-
Gunting potong rambut set
Rp. 250,000,-
Gunting sasak set
Rp. 150,000,-
Pisau cukur set
Rp. 100,000,-
Silet cukur pro set
Rp. 100,000,-
Handuk kecil satu set
Rp. 180,000,-/ lusin
Kap penutup badan 2 buah
Rp. 50,000,- Total Rp. 100,000,-
Botol Semprot barbershop 2 buah
Rp. 20,000.- Total Rp. 40,000,-
Jepit buaya kecil satu pack (isi 10)
Rp. 10,000,-
Jepit buaya besar satu pack (isi 10)
Rp. 15,000,-
Mangkok sabun / foam dua buah
Rp. 5,000,- Total Rp. 10,000,-
Sikat bulu/ rambut satu buah
Rp. 25,000,-
Total
Rp. 1,840,000,- *estimasi hasil riset memosaqee
*Estimasi harga terkini tahun 2019 hasil riset pasar-memosaqee.com

Tentu saja estimasi pembelian peralatan di atas bisa saja lebih mahal atau pun lebih murah.

Kenapa?

Kawan semua bisa mendapatkan diskon potongan member barangkali. Atau sengaja mengujungi toko perlengkapan barbershop yang sedang launching tokonya dengan prmo harganya misalanya.

Gak ada yang gak mungkin kan?

Nominal di atas besarnya tidak mutlak. Bisa saja lebih murah dibandingkan perkiraan harga tersebut karena Kawan - kawan  mendapatkan diskon atau harga spesial dari kenalan Kawan - kawan .
Agar tidak bingung, saya tuliskan saja rinciannya.

Modal untuk sewa tempat, ambil yang termahal Rp. 1,500,000 + Peralatan Rp. 1,840,000 + Biaya opersional ( sabun, listrik dan air ). 
Seperti apa?

Ini dia, next.

3. Mempersiapkan Modal Operasional

(image source : pinterest.com)

Biaya operasional akan selalu kita keluarkan, jadi untuk biaya ini haru kita cadangkan setiap harinya. Namanya juga operasional, maka biar operasional kita berjalan, biayanya pun harus selalu ada.


(image source : pinterest.com)

Apa saja yang penting – pentingnya?

Sediakan uang operasional Rp. 1,000,000/ bulan.

Jadi dengan yang tadi bisa dikalkulasikan menjadi Rp. 1,500,000 + Peralatan Rp. 1,840,000 + Biaya opersional ( sabun, listrik dan air ) Rp. 1,000,000 = Rp. 4,340,000,- untuk di awal bulan.
Yang Rp. 1,000,000 untuk apa saja?

Diantaranya operasional Listrik, bayar Listrik itu harus selalu : Rp. 300,000 + air Rp. 250,000 + sabun dan bedak Rp. 50,000. Biaya tak terduga lainnya Rp. 400,000 ( ingat harus ada pegangan, bila uang ini tidak digunakan, otomatis akan menjadi tabungan ).


5. Biaya Promosi / Marketing


Nah, nah, naaah... ini dia...

Hal yang penting bagi merke – mereka atau kawan disini yang membuka pangkas rambut tempatnya di rumah orang tuanya. Upsss.... ( guyooo dikit yaaaa... ) Gak apa – apa, bantu ekonomi keluarga yaaa...

Oke,

Yang punya ruko juga sama sih, marketingnya harus jalan, promosinya harus selalu ada.

(image source : pinterest.com)

Bagaimana?
Jadi begitini,

Manfaatkan lah perkembangan teknologi saat ini.
Mulai membuka channel kepada banyak orang disana dengan media yang serba online. FB, Twitter, Instagram, Blogger, dan masih banyak lagi.

Biayanya?
Murah?
Atau...
Mahal?

Budget mu berapa untuk promosi?
Rp. 100,000?

Bisa,

Rp. 50,000?
Bisa,

Caranya?

Punya laptop?
Gak punya?
Minjem aja yang temen atau siapa aja.
Bisa edit PhotoShop?
Gak Bisa?
Pake Word, Ms. Office aja.

Caranya?
Mulai bikin design yang cukup dengan informasi tempat kawan semua membuka barbershopnya, nomor yang bisa dihubungi oleh calon pelanggannya. Tarif yang diberikan sesuai dengan model keinginannya. Sebutkan juga promo disana. Gratis cukur di hari Jum’at misalnya, biar berkah.
Boleh?
Harus!
Cobain saja.

6. Analisa Keuntungan Usaha Barbershop

(image source : pinterest.com)
Masih ingat dengan catatan ini?

Rp. 1,500,000 + Peralatan Rp. 1,840,000 + Biaya opersional Rp. 1,000,000 = Rp. 4,340,000,-
Oke,

1 Hari adalah 24 Jam. 12 jam adalah waktu yang bisa digunakan. Atau 8 jam waktu yang hanya bisa digunakan oleh kawan semua saat memulai hari membuka atau melayani para klain ke barbershopnya.

8 jam kita sepakati.

Berarti ada :  480 menit waktu yang bisa dimanfaatkan.

Jika saja, ada pelanggan per harinya itu 20 orang, masing masing bisa kawan semua layani untuk mencukur rambutnya dalam waktu 30 menit maka, 20 x 20 menit = 400 menit.
Masih ada waktu 80 menit lagi, sisakan 30 menit untuk istirahat dan 50 menit untuk hal yang tidak terduga, misalnya mati listrik, nungguin pelanggan datang.

Fix, 20 pelanggan/ hari.

Dengan tarif yang diterapkan Rp. 15,000,- sampai Rp. 45,000,- ( disesuaikan dengan pelayanan ).
Rp. 15,000,- berarti x 20 orang yang datang, hari ini dapet Rp. 300,000 ( bisa lebih, bisa kurang )
Dalam satu bulan ada 30 hari, mau libur jadi 25 hari.
25 hari x Rp. 300,000,- menjadi = Rp. 7,500,000.

Saya ingatkan lagi,
Rp. 1,500,000 + Peralatan Rp. 1,840,000 + Biaya opersional ( sabun, listrik dan air ) Rp. 1,000,000 = Rp. 4,340,000,- untuk di awal bulan.

Penghasilan mulus di bulan pertama, Rp. 7,500,000 – Rp. 4,340,000 = Rp. 3,160,000.
( kita ambil setiap hari pelanggan yang datang tidak kurang dari 20 orang )

Bisa?

Pasti bisa,

Bila usaha ini dijalankan dan kawan semua ingin benar – benar serius, maka lakukan lah hal ini dari saya.

Dari hasil riset saya tuliskan kesini, kebanyak para barbershop pemula selalu gagal diawal berdirinya usaha mereka,

Salah satu yang membuat gagal ialah ini:

7. Jadilah Barber/ tukang cukur rambut yang Berpengalaman


(image source : pinterest.com)

Kenapa?

Gak akan ada yang mau datang kalau hasilnya itu malah merusak tatanan rambut.

Saya sering sekali kecewa saat membayar mahal kepada tukang cukur rambut, namun hasilnya sangat tidak sesuai.

Terus terang saja, saya datang ke tukang cukur rambut atau pemangkas rambut yang menerapkan tarifnya hanya Rp. 10,000 saja.

Tetapi, hasilnya sangat memuaskan, hanya 10 rb saja. Saya pernah ke barbershop yang tarifnya 45 ribu, hasilnya..... mengecewakan.

Saya tanya, kalau kawan semua menjadi saya, mau pilih yang mana?

Pasti yang murah kan, 10 ribu saja sudah dapatkan pemotongan rambut yang bagus.
Oke,



Berarti disini, kawan semua harus menentukan skillnya sendiri seperti apa.

Ciri khas potong rambutnya seperti apa.

Nanti banyak yang cari kok, saya yakin banyak.

Sukses atau tidaknya usaha ini, menurut berbagai pengalaman dri para pencukur rambut sendiri berkata bahwa : “Kesuksesan mencukur/ menjadi tukang cukur tergantung pada keterampilan dan juga pengalaman mencukur rambut pelanggannya”.

Jadi, bila kawan semua setuju, menjadi tukang pencukur rambut haruslah memiliki jam terbang yaitu pengalaman yang mendalam.

Saya 17 tahun dan ingin menjadi tukang cukur?

Apa bisa?
Bisa,

Belajarlah dari mencukur rambut saudara dahulu, gratiskan saja kepada teman – teman, asah kemapuan mencukurnya dengan rajin melihat tutorial mencukur yang bagus itu seprti apa. Atau belajar langsung dengan tukang cukur yang berpengalaman.

Bisa?
Bisa, pasti bisa.

8. . Ciptakan Suasana di Lokasi Barbershop senyaman mungkin

(image source : pinterest.com)

Ada kursi untuk duduk menunggu pelanggan?

Gak ada?

Ya gak ada, karena tidak dianggarkan?

Nah loh,
Jadi bagaimana dong?

Tenang saja, masih bisa kita lakukan perbaikan sambil berjalannya waktu.

Setidaknya, bila kita kurang mampu untuk membeli atau masih kekurangan dana untuk membeli kursi tunggu, apalagi TV untuk menonton sambil menunggu bagi para pelanggan.

Maka,
Lakukan lah hal ini,

Ramah pada pengunjung,

Bila ada yang mengantri, pinjamlah dahulu kursi yang ada, atau  bisa membawa sofa dari rumah, atau karena lokasi barbernya di rumah, boleh dong disewa dulu atau pinjam saja punya mamahnya sofa empuk misalnya.

Persilahkan duduk pelanggan yang akan rela mengantri untuk menunggu gilirannya dipangkas rambut.

Buatlah senyaman mngkin walau tanpa TV, sediakan kora, walau tanpa koran apalagi majalah, sediakan lah buku yang pernah kamu pelajari, gak punya?

Sediakan suasana komunikasi yang nyaman dengan pelanggan yang menunggu.

9. Paket lainnya yang Lebih dari Sekadar Mencukur
(image source : pinterest.com)

Saya memperhatikan, orang – orang datang ke barbershop, hanya mencukur rambut saja, selebihnya dari itu sudah, pulang.

Tapi ada juga yang menarik perhatian saya, ketika berkunjung ke sebuah barbershop di wilayah yang sedikit ke kota di tempat saya tinggal.

Disana diberikan pelayanan yang bukan hanya mencukur rambut saja, tetapi menyediakan juga creambath, hair coloring, cukur kumis, cukur jenggot, atau bahkan pemijatan dari pemilik atau tukang cukur rambutnya.

Nah kalau suasana diatas sudah biasa dilakukan saat ini, maka cari hal lain yang bukan hanya menyediakan layanan cukur rambut saja.

Seperti halnya :

Mengikuti yang Sedang Jadi Tren, bisa menjadikan usaha barbershop kawan semua dilirik banyak orang.

++ nya nih dari saya, Beri Pelanggan Layanan Lebih - more than just service dan sediakan hari gratis mencukur rambut pelanggan di Hari Jum’at.

Kelebihannya apa?
Barbershop kawan semua akan mudah diingat.

Barbershop kawan semua akan memberikan efek ketagihan kepada para pelanggan yang pernah mencukur rambut di tempat barbershop kawan – kawan semua.

Nah sepertinya 9+ hal – hal tips dan trik dari memosaqee.com ini mudah – mudahan bisa membuka wawasan dan pemikiran kawan – kawan semua untuk memulai ide bisnisnya ini.
(image source : pinterest.com)

Kesimpulannya :

 Ingatlah untuk melakukan step ini,
1. Menentukan Lokasi Barbershop
2. Membeli Peralatan Pangkas Rambut
3. Mempersiapkan Modal Operasional
5. Biaya Promosi / Marketing
6. Analisa Keuntungan Usaha Barbershop
7. Jadilah Barber/ tukang cukur rambut yang Berpengalaman
8. . Ciptakan Suasana di Lokasi Barbershop senyaman mungkin
9. Paket lainnya yang Lebih dari Sekadar Mencukur


0 Response to "9+ Tips Memulai Usaha Cukur Rambut/ BarberShop di Tahun Ini"

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak sesuai isi dari artikel yang telah anda baca di blog ini.