Dianggap Sepele! Inilah Dampak Negatif Kurang Piknik terhadap Kehidupanmu.

Memo Sehat Saqee - Hai! Sudah lama sekali saya tidak update artikel bermanfaat untuk anda semua, kali ini saya akan membagikan artikel menarik yang sering terjadi dan dialmai oleh kita saat ini. 
Picture by Pixabay - Walk'n Stone
Sesuai dengan judul artikel ini. Dianggap Sepele! Inilah Dampak Negatif Kurang Piknik terhadap Kehidupanmu.

Apa sih pentingnya?
Memang penting gitu pergi piknik?
Apa sih manfaatnya dari piknik itu sendiri?
Apa pengaruhnya juga buat saya?

Artikel ini akan menjawab pertanyaan yang mungkin ada dipikiran anda semua saat ini. Simak terus saja artikel saya kali ini yah,

Yuk, yang pertama kita harus mengenal dulu tentang, Nature Deficit Disorder!

What?
Apalagi ini?

Tenang saja, saya akan menjelaskannya kepada anda semua, namun yang pertama kali yang akan saya tanya adalah Kapan terakhir kali kamu liburan?

Seminggu yang lalu, kah?
Sebulan yang lalu, kah?

Atau bahkan, bertahun-tahun yang lalu?

Atau bahkan tidak pernah pikinik samala sekali?

waduh, kalau begitu sebaiknya anda selesaikan membaca artikel saya yang satu ini, karena apabila anda lewatkan sangat sayang sekali dan berarti anda tidak menyayangi diri anda sama sekali. 

Tidak pergi pinik karena rutinitas kerja padat?
Atau ....
Tidak pergi piknik karena tidak punya budget liburan/ piknik?

Selesai membaca artikel saya ini anda akan bisa pergi liburan walau aktifitas anda padat dan tidak punya budget untuk pergi piknik/ liburan.

Kembali ke pembahasan, apa sih Nature Deficit Disorder?

Mengenal Nature Deficit Disorder

Dikutip dari berbagai sumber terpercaya tentang Nature Deficit Disorder di Google, ini dia penjelasannya.

Bagi anda yang sering surfing di google dan bermain - main scroll pada layar anda di medsos, seharusnya anda langsung tahu tentang apa itu Nature Deficit Disorder. Sebutan ini adalah untuk istilah ‘kurang piknik’.

Kita sebut saja Nature Deficit Disorder itu sebagai NDD yah, istilah digunakan sebagai respon terhadap komentar yang bernada kurang santai atau ejekan bagi orang yang sensitif dan mudah emosi.

Berbicara mengenai kurang piknik dan kaitannya dengan stress, Nature Deficit Disorder memiliki fakta yang sudah dikatakan valid secara ilmiah berdasarkan beberapa penelitian. Penelitian sosial yang dilakukan untuk membuktikan tingkat stress pada seseorang yang pergi piknik secara teratur dengan seseorang yang sama sekali tidak pernah pergi piknik.

Sahabat saqee yang ingin pergi liburan tapi jdawalnya padat, bisa ikuti tips berikut ini:
  • Bisa piknik walau jadwa padat! Singkat tapi menyenangkan!
Lalu, bagaimana dengan sahabat saqee yang ingin pergi piknik tapi tidak punya budget?
Bisa?

Ya bisa dong,
Family Traveling

Di zaman sekarang di era modern ini, hal seperti diatas bisa sekali dilakukan. Itu pun berlaku bagi anda yang memiliki keinginan dengan siap dengan segala sesuatu yang harus dilakukan.

Dan bagaimana caranya?
  • Simak ini : Traveling ke situs bersejarah tanpa uang sepeser pun. 
Sahabat saqee, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini apabila anda tetap berada pada jalur yang benar. Saya sendiri bisa merasakan hal tersebut. Rasanya tidak mungkin pergi berlibur dengan rutinitas saya yang sangat padat, dan rasanya saya tidak bisa pergi berlibur/ piknik dengan keluarga karena saya tidak merencanakan budget piknik saya. Tetapi, karena keinginan dan kemauan yang kuat dan faham betul mengenai dampak dari Nature Deficit Disorder ini, saya bisa mewujudkan pergi berlibur bersama keluarga saya. ( Cerita ini nyata )

Agar lebih paham lagi mengenai Nature Deficit Disorder atau NDD ini, bisa kita simak penjelasan berikut ini, NDD (Nature Deficit Disorder) sendiri kalau diterjemahkan secara harafiah berarti gangguan yang disebabkan oleh kekurangan alam.

Istilah tersebut pertama kali diperkenalkan oleh seorang penulis buku berjudul “Last Child in the Woods: Saving Our Children From Nature-Deficit Disorder”, Richard Louv.

Bagi anda yang pernah membaca buku Louv, anda akan mengetahui latar belakang Louv mengambil istilah ini bagi seseorang yang kurang piknik atau secara ilmiahnya gangguan yang dialami manusia yang kekurangan unsur dari unsur alam yang sebenarnya alam merupakan bagian dari kebutuhan hidup seseorang ( manusia ) secara alamiah.
Pixabay - Child and The Lion Lough
Perlu diketahui sebagai pengetahuan dan ilmu yang bisa diterapkan dikehidupan anda semua, bahwa Louv telah melakukan sebuah pengungkapan besar tentang kondisi fisik dan biologis seorang anak yang sepanjang waktunya hanya sedikit waktu yang digunakan buat bermain di luar dan mereka lebih berpotensi mengalami beragam ganggguan kesehatan. Berbicara gangguan kesehatan tentunya sangat beragam.
  • Gangguan kesehatan ini membuat anda menyesal seumur hidup!
Sangat disayangkan sekali, NDD belum diakui sebagai kondisi medis atau penyakit mental.
  • Alasan NDD ( Nature Deficit Disorder ) belum menjadi kondisi medis!
Walaupun saat ini belum bisa dikategorikan sebagai kondisi medis namun bukti dari Louv bisa dipakai untuk mendeskripsikan bahwa yang mengasingkan diri dari alam telah melanggar hukum alam. Pelanggaran hukum alam yang dimaksud adalah melakukan dengan sengaja atau tidak diri seseorang tidak menyatu dengan alam ( Dunia Luar ).

Perlu diketahui Penyebab Nature Deficit Disorder

Riset dari Richard Louv memperoleh kesimpulan bahwa NDD disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
Over-Protektif - Child behind The Window
  • Over-protektif, sifat ini biasanya ada pada orang tua terhadap anaknya yang khawatir akan keamanan dan keselamatan anak di luar rumah. Sehingga, anak lebih sering berada di dalam daripada di luar rumah.
  • Teknologi, Perkembangan Teknologi yang kian pesat membuat anak-anak malas untuk bermain di luar rumah. Sebab, mereka mempunyai banyak alasan untuk tidak meninggalkan rumah karena ada TV, smartphone dan gadget yang dapat dimainkan.
  • Eksploitasi Alam - semakin sedikitnya lahan alam yang alami, terutama di kota-kota besar. Namun, tidak masalah bagi anda yang tinggal di desa. Sebab, di desa, masih ada sawah, gunung, hutan atau pantai. Sedangkan di kota-kota besar hanya ada taman, itu pun jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Sekali pun ada taman dengan area taman yang masih ada rerumputan masih saja ada larangan "dilarang menginjak rumput". Wala pun maksudnya agar menjaga rumput tetap terjaga namun menurut Louv berpendapat bahwa hal ini bisa mengurangi hubungan si kecil dengan alam. Bagaimana menurut anda? Silahkan berkomentar.
  • Komentar mengenai larangan menginjak rumput taman yang kontroversial.

Dicatat yah, Dampak dari Nature Deficit Disorder.

Ketika mewawancarai ribuan anak serta orang tua di AS, Louv menarik kesimpulan bahwa anak-anak jauh lebih baik saat mereka menghabiskan waktu di luar rumah. Penemuannya tersebut didukung oleh beberapa hasil riset, seperti yang dilakukan di Jepang, di mana berjalan-jalan di alam terbuka bisa menurunkan kadar hormon kortisol sampai 12%. Semakin tinggi kadar kortisol, semakin tinggi pula resiko untuk mengalami kelelahan, stress, depresi, menurunnya kontrol emosi hingga terkena tekanan darah tinggi.
Pixabay - Mom n Baby Elephant

Nggak cuma itu, studi tersebut juga menunjukkan bahwa pikiran negatif yang bisa mengakibatkan depresi akan hilang apabila kamu berada di alam terbuka selama 90 menit. Hasil studi itu pun didukung oleh studi lain yang menemukan bahwa berada di alam terbuka membawa dampak positif buat kesehatan mental dan bisa mengurangi kesedihan serta emosi negatif.
  • Mengatasi dampak negaitf Nature Deficit Disorder

0 Response to "Dianggap Sepele! Inilah Dampak Negatif Kurang Piknik terhadap Kehidupanmu."

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak sesuai isi dari artikel yang telah anda baca di blog ini.