Wajib Tahu, Fenomena Cuaca Ekstrim Tata Surya Saat Ini

Memo Sehat Saqee - Mungkin anda dan saya saat ini merasakan hal yang sama tentang apa yang terjadi pada dunia ini dan pengaruhnya kepada kesehatan kita sndiri. Ternyata hal ini dipengaruhi oleh beberapa fenomena ekstrim yang terjadi berkaitan dengan Cuaca Ekstrim Tata Surya Saat Ini.


Yang perlu anda ketahui saat ini adalah adanya beberapa kejadian atau fenomena ekstrim yang terjadi dalam sistem tata surya kita.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa adanya alat teleskopik yang digunakan para astronom di muka bumi ini digunakan untuk kepentingan mat manusia yang ada di muka bumi. Dalam beberapa dekade silam sampai saat ini para astronom telah memperhatikan dan membuat beberapa kesimpulan - kesimpulan tentang pengumpulan informasi penting tentang fenoma yang terjadi selama ini di sistem tata surya kita.


Dari kesimpulan tersebut, ternyata kita sangat beruntung masih bisa bernafas dan melanjtukan perjuangan kita meraih mimpi, karena kita hidup di bumi.

Bisa anda bayangkan bahwa di planet lain, kita tidak akan bisa hidup seperti di bumi. Lalu apa yang terjadi di planet yang menjadi sistem tata surya kita saat ini?

Berkut rangkuman fenomena Cuaca ekstrim dalam tata surya kta saat ini, diantaranya :

#SSL ( Saturnus Serious Lightining )

Dalam lintasannya, pesawat ruang angkasa milik NASA ini tidak sengaja merekam atau mempotret kejadian langka di planet Saturnus berupa cuaca ekstrim yang disebut SSL atau Saturnus Serious Lighting.


Kejadian langka ini terekam oleh pesawat NASA dan dapat disampaikan bahwa pancaran dari petir yang menyambar di Planet Saturnus ini merupakan petir terdahsyat dan terbesar yang pernah ada jika dibandingkan dengan planet bumi, kisaran besaran kekuatan petir yang membentang ini bisa anda bayangkan 1.000 kali lipat badai petir terbesar di dunia, di Amerika sekalipun yang terkenal dengan lokasi terparah yang sering terjadi badai petir masih kalah jika dibandigkan dengan badai petir SSL yang terjadi di Planet Saturnus ini.

#VHC ( Venus's Hot Crusher )

Selain dari Matahari, Venus menjadi planet yang memiliki tempat dengan suhu yang sangat mematikan, sudah dipastikan tidak akan ada yang bisa bertahan hidup utamanya manusia di tempat tersebut.


Dengan suhu 750 Kelvin dengan tekanan 90 kali lebih besar dari pada di bumi menyebabkan efek penguraian apabila ada benda yang mendekati tempat ini, inilah yang menyebabkan Venus Menjadi tempat Hot Crusher atau the Venus's Hot Crusher. 

Semua benda yang mendekati planet ini akan hancur, maka dari itulah sebutan VHC ini disematkan pada planet yang satu ini.

Fakta yang ditemukan oleh para ilmuan ahli tata surya menyebutkan bahwa, adanya efek rumah kaca yang berlebihan yang terjadi di planet ini dari awan sulfat yang menutupi langit-langit venus lah yang menyebabkan tekanan dan udara panas hingga dapat mengahancurkan benda yang mendekati planet ini akan hancur.


Bisa anda bayangkan bahwa sudah dipastikan tidak akan ada benda yang mampu mendarat di planet yang satu ini, dan bisa anda bayangkan pula bila planet ini mendekati bumi yang kita huni ini, wow. Jangan sampai kita memiliki dua matahari ya.

#MMR ( Methane Moon Rain of Titan )

Fakta yang terungkap dari hasil pengitaran pesawat ruang angkasa Cassini Huygens saat itu mengungkapkan bahwa diantara hujan deras metana cair yang terjadi di bulan nya saturnus “Titan” ditemukan bahwa saat itu hujan metana yang terjadi akan diselimuti oleh es.


Hal ini disebabkan karena suhu menunjukan angka 94 Kelvin, yang artinya ketika terjadi hujan metana di Titan atau bulannya Saturnus, akan diselimuti es.

#Scarlet Hindia Bloody Rain 



Dalam sebuah Jurnal Astrophysics and Space Science, seorang ilmuwan yang berasalah dari Mahatma Gandhi University menyebutkan bahwa fenomena yang terjadi saat hujan merah di India ini ternyata adalah sebuah partikel dalam  sel biologis, dapat bereproduksi di suhu mendesis ( panas ), dan tidak memiliki kesamaan dengan partikel debu.


Disebutkan bahwa ada 50 ton partikel merah jatuh di Kerala, India. Partikel ini turun bersama hujan deras dengan cuaca panas serta terus berlangsung selama hampir dua bulan.

#Pluto the POPSICLE Planet

Pluto si planet kerdil, saat ni pluto sudah dipastkan tidak akan lagi menerima sinar matahari secara langsung, sudah dipastikan dan telah menjadi fakta bahwa planet kerdil yang satu ini memiliki suhu ( minus ) 387 hingga minus 369 Fahrenheit (40-50 derajat Kelvin).

Benda yang ada disekitar pluto ini sduah dipastikan akan membeku saat sebelum menyetuh permukaan planet ini.

Dengan keadaan seperti itu, tidak akan ada makhluk hidup yang bertahan di tempat sana.

Untuk informasi, fakta dari planet pluto ini terdiri dari es yang membeku, diselimuti oleh nitrogen, metana dan karbon dioksida.
 Hal tersebutlah yang menyebabkan planet ini dijuluki juga sebagai, Popsicle Planet.


#The Windy World of Neptune 


Dalam sebuah penemuan para astronom di muka bumi ini menyebutkan bahwa di planet Neptunus ini terdapat sebuah fenomena gemuruh angin atau tiupan angin yang sangat ekstrim dan tidak akan ditemukan di bumi.

Hal ini diperoleh dari sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa gemuruh angin yang dihasilkan di planet Neptune ini memiliki kecepatan mencapai 1.500 mph (2.414 kph).

Dengan rotasi perputaran planet yang tercatat sekitar 16 jam dalam rotasinya, dapat disimpulkan bahwa hal tersebut dapat menyebabkan konveksi panas-dingin yang cepat.

Hal ini juga yang mempengaruhi dihasilkannya angin yang super kencang itu. Dan sudah dipastikan bahwa planet Neptunus ini adalah planet yang menghaslkan angin begitu besar.

#Uranus Freeze Frame


Planet uranus menjadi salah satu planet yang tidak bisa ditingali makhluk hidup seperti kita, manusia.

Dengan rotasi planet kisaran 17 jam jika dibandingkan dengan di bumi 24 jam, Uranus menjadi planet yang memiliki suhu mencapai minus 300 derajat Fahrenheit (89 Kelvin).


Dengan suhu demikian, gas metana di atmosfer mengembun menjadi metana kristal-awan dan menyebabkan efek freeze frame, membetuk sebuah rangka es yang luar biasa.

#JCE ( JUPITER Close Encounter )


Badai yang sering mengamuk ini ditemukan bahkan sering sekali terjadi sehingga menyebabkan ledakan - ledakan badai pada planet Jupiter ini menyebabkan gambaran - gambaran berupa bintik ata bulatan di permukaan Jupiter yang terlihat dari gambar diatas tersebut.

Bisa anda lihat bulaan yang terbentuk pada gambar diats, dan itulah yang diebut sebagai Jupiter Close Encounter. Dihasilkan dari amukan badai, tabrakan badai yang saling bertemu.

RedSpot, menyebutkan bahwa THE GREAT adalah nama sebuah badai yang sering terjadi dengan ledakan yang sangat besar, dan sebutan JUNIOR adalah badai dengan kekuatan yang lebih sedikit. Biasanya badai ini hanya badai kecil saja.

Dengan kecepatan badai yang mencapai dua kali lipat lebar Bumi ( Bisa lebih ) dengan 350-mph (563 kph) dapat menciptakan gelombang badai yang sangat besar dan nampak jelas terlihat dari permukana planet Jupiter ini.

#MARS The Dust Buster

Planet Mars menjadi salah satu planet yang fenomenal, karena dikaitkan dengan mitos - mitos tertentu.

Namn faktanya, di planet mars kita bisa menjumpai beberapa fenomena badai debu yang mampu menghansurkan bahkan membuat satu gundukan debu di plante mars itu.

Badai debu Mars ini memiliki kecepatan 60-100 mph (97-161 kilometer) per jam, yang berlangsung selama berminggu-minggu dan dapat dengan mudah menghancurkan gundukan debu atau membuat gundukan debu saat badai akan berakhir.


Diperoleh juga sebuah fakta tentang mars ini yang menyebutkan bahwa,terdapat kabut tak tertembus ini dapat menyelimuti lebih dari separuh planet, meningkatkan suhu 30 derajat Celcius di belahan mars.


#The Iron Rain of Brown Dwarf


Menyandang sebutan sebagai “bintang gagal”, planet brown dwarf ini adalah planet yang baru ditemukan di tata surya kita saat ini.

Ternyata planet baru yang baru kita ketahui ini memiliki warna cokelat menandakan bahwa planet ini memiliki unsur ferum (besi) yang tinggi.

Sama halnya badai yang terjadi di planet Jupiter, di Planet ini memiliki badai yang dapat menghempaskan besi-besi ke permukaan nya.

Pada permukaan Brown dwarf ini semakin dingin dari waktu ke waktu, molekul gas mengembun menjadi cairan besi-besi awan dan hujan.

Dari kejadian tersebut menyebabkan terjadinya efek kemerahan dan menyebar hingga ke ruang angkasa dan dapat juga kita lihat dengan bantuan teleskopik para astronom.


Itulah beberapa cuaca ekstrim yang terjadi di tata surya kita saat ini. Hal ini tentgu saja memiliki dampak kepada kita yang ada di dalam sebuah tata surya, dampaknya tidak terlalu langsung dirasakan, namun memiliki perubahan terhadap keberadaan kelangsungan bumi kita.

Komentar